HUT Desa Batu Belubang Diisi Kejuaraan Pangkak Igik Karet

ANGKALANBARU - Guna melestarikan dan menjaga adat daerah terutama permainan rakyat agar tidak punah ditelan zaman, masyarakat Desa Batu Belubang Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) berencana menyelenggarakan kembali Kejuaraan Pangkak Igik karet atau memecahkan biji karet. Berdasarkan rilis yang diterima RB, Jumat (11/5) kemarin, kejuaraan Pangkak Igik Karet atau beradu saling memecahkan buah karet ini merupakan permainan unik yang dipastikan akan digelar pada tanggal 18-19 Mei 2012 mendatang.

Kepala Desa Belubang, Sarjono,SE mengungkapkaan, kejuaraan yang digelar dalam rangka merayakan hari ulang tahun Desa Batu Belubang, namun  sejatinya, penyelenggaraan lomba ini lebih menanamkan kesadaran masyarakat untuk mencintai tradisi daerahnya sendiri sehingga dapat terus dilestarikan.  "Sekaligus memberikan nilai tambah terhadap warna kebudayaan nasional. Dan pada gilirannya Bangka Belitung semakin dikenal dengan provinsi melayu yang berbudaya," katannya.

Dikatakannya, Pangkak Igik Karet merupakan sebuah permainan tradisional yang digali dari kebiasaan kehidupan masyarakat Bangka pada masa silam. Pangkak Igik Karet yang diartikan sebagai saling beradu memecahkan buah karet. "Lazim permainan ini dilakukan masyarakat kita tempo dulu usai bekerja di kebun, sekedar untuk menghilangkan kejenuhan dan penatnya. Dan tak jarang dimainkan oleh anak-anak. Sayangnya, permainan yang sarat makna nilai tradisi itu perlahan mulai hilang di tengah-tengah peradaban masyarakat sekarang ini,"jelas Sarjono.

Untuk itu permainan unik ini akan kembali coba dilestarikan oleh masyarakat Desa Batu Belubang untuk ketiga kalinya. Batu Belubang sebelumnya telah berhasil menggelar kejuaraan Perdana Pangkak Igik Karet, beberapa tahun silam yakni ketika perayaan 17 Agustus 2009 dan tanggal 27 September 2009."Ini untuk ketiga kalinya, Desa Batu Belubang membuka kejuaraan Pangkak Igik Karet ini. Desa kitalah yang pertama kali membuat kejuaraan seperti ini,"ucapnya.

Lebih lanjut Sarjono mengatakan, Pangkak igik karet merupakan cerminan keunikan tersendiri kebiasaan masa lalu bagi masyarakat Bangka Belitung. Dibutuhkan kreativitas pelaku tradisi daerah untuk melestarikannya sehingga dapat terus tumbuh dan berkembang di tengah-tengah peradaban masa kini."Generasi muda yang tergabung dalam Komunitas Klekak Batu Belubang lah yang pertama kali mencetuskan ide menyelenggarakan kejuaraan ini,"kata Sarjono sembari menyebutkan Ismail Muridan sebagai penyelenggara perdana Pangkak Igik Karet tersebut.

Sementara Ismail Muridan mengatakan, Komunitas Klekak Babel terpanggil untuk mengajak warga untuk ikut peduli membangkitkan kembali sekaligus melestarikan Pangkak Igik Karet di tengah masyarakat Bangka Belitung melalui event Kejuaraan Terbuka Adu Pangkak Igik Karet tersebut.“Tanpa kepedulian masyarakat, kebiasaan pangkak igik karet ini akan punah. Bahkan generasi muda kita bakal kehilangan salah satu permainan tradisional yang menyenangkan,”kata pria yang kembali akan menjadi ketua panitia kejuaraan ini.

Menurutnya, masyarakat memiliki tanggung jawab yang kuat untuk mempertahankan kebiasaan positif sekaligus rekreatif semacam permainan tradisional sehingga tidak serta-merta mengidolakan permainan era globalisasi saat ini.Kebiasaan masa lalu, papar Ismail, lebih mengedepankan nuansa kerukunan masyarakat serta menjunjung tinggi sportifitas, dibandingkan sekarang ini yang cenderung terkesan individualisme. Hal inilah menjadi barometer kebudayaan rumpun Melayu Bangka Belitung, khususnya Pulau Bangka, sehingga dapat bertahan meski arus modernisasi terus melanda hingga pelosok daerah.

"Pendaftaran kita buka mulai sekarang sampai Kejuaraan dimulai, Kejuaraan Pangkak Igik Karet ini terbuka untuk umum,"tutup Ismail sembari mengatakan kejuaraan akan ditutup dengan adat Nganggung yakni makan bersama

Sumber: 
www.radarbangka.co.id
Penulis: 
rei
Fotografer: 
Supri
Editor: 
Erik
Bidang Informasi: 
Pemdes