Mapan Retasi

Batu Belubang – Indonesia yang merupakan negara kepulauan ini sangat kaya akan budaya. Seperti yang kita ketahui, saat ini Indonesia terdiri dari 34 provinsi, dengan keunikan daerah masing-masing yang memberikan warna tersendiri dalam persatuan negara Indonesia.

Salah satu keunikan tersebut adalah kebudayaan dari tiap-tiap provinsi dan tiap-tiap daerah. Untuk di Bangka Belitung sendiri bahkan tiap desa memiliki tradisi tersendiri yang menarik untuk diikuti, seperti berbagai macam perayaan adat. Sehingga hal ini dapat dimanfaat sebagai salah satu daya tarik wisata untuk daerah tersebut.

Dusun Pantai daerah Desa Batu Belubang yang masuk ke dalam wilayah Bangka Tengah ini juga memiliki perayaan adat yang sudah cukup lama dilaksanakan sejak tahun 1984. Salah satu upacara adat tersebut adalah Mapan Retasi yang merupakan perayaan adat suku Bugis, dimana di desa ini terdapat banyak suku Bugis, yaitu kurang lebih 2000 kepala keluarga suku Bugis yang mendiami desa tersebut.

Mapan Retasi sendiri merupakan upacara adat yang diwariskan turun temurun untuk melanjutkan tradisi yang ada di Bugis. Haji Husein Karim selaku Kepala Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mengepalai 27 suku yang ada di Babel menjelaskan, bahwa acara ini bermakna sebagai rasa syukur masyarakat nelayan kepada yang maha Kuasa karena telah mengambil hasil laut. Salah satu acara yang cukup menarik adalah dengan menghias kapal replika yang akan diapungkan di laut sebagai penutup acara.

“Acara ini dilaksanakan karena kegotong royongan masyarakat yang masih kental , dengan pendanaan swadaya khusus orang-orang Bugis yang dikoordinasi oleh kepala suku. Tapi bukan berarti acara ini hanya untuk masyarakat Bugis yang ada di Bangka Belitung, tapi perayaan pesta pantai ini dapat dinikmati oleh siapa saja,” terang Haji Husein Karim.

Mapan Retasi ini merupakan acara tahunan, yang biasanya dilaksanakan di awal tahun sekitaran bulan Januari atau Februari yang ditentukan oleh kepala suku melalui rapat suku. Untuk tahun ini acara di laksanakan pada tanggal 16 Februari 2014. Sayangnya tidak ada penanggalan yang tepat, karena tiap tahun bisa saja berubah.

Haji Husein Karim pun mengatakan bahwa acara ini dilaksanakan hanya untuk menjaga tradisi supaya tidak hilang ditelan waktu tanpa unsur untuk mendekati syirik. Selain itu  acara ini menjadi ajang silaturahmi antar warga supaya kekerabatannya lebih erat.

“Kami ini kalau ditanya orang mana pasti kami menjawab orang Bangka. Tapi kalau ditanya asalnya dari mana, kami berasal dari Bugis. Jadi kami tidak melupakan siapa nenek moyang kami,” ungkap Haji Husein Karim.

Tampak hadir di tengah-tengah masyarakat yaitu Bupati Bangka Tengah H. Erzaldi Rosman Djohan SE.MM, dan Gubernur yang hanya diwakili oleh asistennya. Dalam sambutannya, Bupati Bangka Tengah cukup senang dengan hadirnya upacara adat ini yang dapat menambah kekayaan budaya Bangka Belitung. Karena hal ini dapat menjadi potensi bertambahnya agenda wisata untuk menarik para wisatawan lokal maupun asing. Yang tentu saja dapat berimbas dengan perputaran ekonomi dari segi pariwisata.

Kemudian beliau juga memberi tantangan kepala desa dan masyarakat setempat untuk dapat membuat acara yang berbeda yang membawa perubahan, agar acara adat tersebut menjadi lebih menarik.

“Saya harap kedepannya dapat menghias kapal yang sebenarnya, agar dapat memotivasi nelayan untuk menjadi nelayan yang profesional. Buat perencanaan untuk tahun depan, karena efeknya dapat menambah perekonomian setempat,selain itu agar lebih meriah dan bermakna,” jelas Erzaldi.

Kemudian beliau menambahkan, “Jadikan ritual pantai ini untuk menjadi motivasi agar lebih giat, supaya semakin sejahtera. Dan keberadaan masyarakat Sulawesi di Bangka Tengah ini dapat lebih eksis. Semoga kekurangan pada acara ini dapat diperbaiki tahun depannya. Karena kalau acaranya masih seperti ini saja tanpa ada perubahan yang menarik, saya tidak mau datang.” Hal tersebut dilontarkan Erzaldi sebagai tantangan kreatifitas kepada kepala desa, kepala suku dan masyarakat setempat.(K5/MC)

Sumber: 
www.babelprov.go.id

Objek WisataPopuler

19/10/2016 | www.babelprov.go.id
19/10/2016 | Pemdes