Sejarah

Batu Belubang merupakan nama sebuah desa yang berasal dari sebuah batu di pinggiran pantai. Batu ini dulunya memiliki lubang yg mirip pintu masuk sebuah gua. Namun kini, batu tersebut mulai tertimbun tanah. Letaknya di pinggir jalan menuju kawasan wisata Pantai Telapak Antu (Telapak Antu Beach).

Batu Belubang resmi menjadi desa definitif pada Mei 2007 lalu. Sebelumnya wilayah ini merupakan bagian dari Desa Benteng dan Desa Tanjung Gunung. Meski berada di Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, namun desa yang memiliki panorama pantai yang asri dan indah ini hanya berjarak sekitar 11 KM dari Pangkalpinang, ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Perjalanan dari Bandara Depati Amir pun dapat ditempuh dalam waktu tidak lebih dari 10 menit. Kepala Desa pertama Batu Belubang adalah Sarjono, SE, yang dipilih secara langsung oleh masyarakat pada bulan Mei 2007. Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini lebih menitik-beratkan partisipasi dan meningkatkan kepedulian masyarakat untuk membangun desanya.

Potensi Desa Batu Belubang antara lain dikenal sebagai salah satu sentra penghasil ikan laut segar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ratusan warga tercatat sebagai nelayan tangkap melalui media bagan apung, bagan tegak, jaring, pancing dan bubu. Selain itu, terdapat pula home industri Sosis Ikan dari ibu-ibu nelayan setempat.

Begitu juga dengan potensi wisatanya seperti Pantai Wisata Telapak Antu (Telapak Antu Beach) yang memiliki hamparan pasir putih, bebatuan yang tertata rapi hingga merdunya riak ombak. Di pantai ini, terdapat beberapa bekas tapak kaki yang melekat di atas sebuah batu. Bekas tapak kaki itulah yang menjadi asal-muasal nama pantai ini. Dalam menggali dan membangun potensi wisata Telapak Antu Beach, Desa Batu Belubang melibatkan masyarakat secara langsung melalui gagasan Karang Taruna Desa Batu Belubang. Aksi mereka terlihat mulai dari Gerakan Karang Taruna Peduli Wisata atau Gerakan Tali Wisata dan Gerakan Taruna Bersih Wisata (Taber Wisata) hingga menyelenggarakan event hiburan bersama artis-artis ibukota. Mereka juga bergerak melestarikan permainan tradisional dan budaya lokal. Diantaranya rutin menggelar lomba Adu Pangkak Igik Karet, main Sembilon, Kacep-kacep dan lain sebagainya

Dasar Perda no 32/2006, Potensi: perikanan, pariwisata,perkebunan home industri (makan olahan ikan). Berdasarkan pemetaan potensi tersebut dan Trademark-nya sebagai Desa Bahari dan Wisata Pantai, maka Slogan Desa Batu Belubang dirumuskan dalam kata “BETAPAK” (Bemartabat, Aman, Partisipatif, dan Keluargaan).